Mataram (NTBSatu) – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) dalam dua hari beruntun.
Pada Rabu, 19 Maret 2025 pagi, harganya melonjak Rp14.000 menjadi Rp1.759.000 per gram dalam pantauan laman Logam Mulia.
Sehari sebelumnya, harga emas Antam sudah naik Rp4.000 ke level Rp1.745.000 per gram, yang saat itu menjadi rekor tertinggi terbaru.
Kini, harga emas terus menanjak seiring meningkatnya permintaan pasar dan faktor global yang mendukung tren kenaikan.
Tak hanya harga jual, harga buyback juga meroket. Pada Rabu pagi, harga beli kembali naik Rp14.000 ke level Rp 1.608.000 per gram.
Di tengah reli harga, isu dugaan korupsi terkait pemalsuan merek emas Antam ramai menjadi perbincangan di media sosial, terutama TikTok.
Beberapa pengguna mengklaim bahwa kasus ini menimbulkan kerugian negara hingga Rp5,9 kuadriliun.
Menanggapi kabar yang beredar, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar menegaskan, informasi tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.
Ia memastikan, sejak tahap penyidikan hingga penuntutan, tidak pernah ditemukan adanya kerugian negara sebesar yang diklaim.
Meskipun unggahan awal yang menyebut angka Rp5,9 kuadriliun telah dihapus, diskusi soal dugaan korupsi ini masih terus berlangsung di TikTok.
Komentar warganet pun beragam. Salah satu pengguna dengan akun @saturnus menulis, “Pantas saja Indonesia tidak berubah, ternyata gara-gara tikus kantor.”
Pengguna lain menambahkan, “Jangan-jangan ada yang lebih besar lagi.”
Terlepas dari isu yang beredar, harga emas Antam terus menguat. Para investor masih menjadikan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kenaikan harga emas Antam dalam beberapa hari terakhir sejalan dengan tren emas dunia yang bergerak positif. Faktor inflasi global, suku bunga, dan permintaan tinggi menjadi pemicu utama lonjakan harga emas di pasar domestik maupun internasional. (*)