Pengobatan Tradisional Viral dan Ramai, Ini Penjelasan Sosiolog
Mataram (NTB Satu) – Pengobatan tradisional masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk berobat. Hal ini terlihat dari berbagai fenomena yang ada, seperti yang terbaru, Ida Dayak, maupun sebelumnya, batu ponari.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat tetap memilih pengobatan tradisional itu. Meskipun pengobatan medis semakin canggih, masyarakat tetap beramai-ramai datang untuk mendapatkan metode pengobatannya.
Sosiolog, Arif Nasrullah, Lc., M.Hum., saat ditemui NTB Satu, Senin, 1 Mei 2023, menjelaskan, fenomena ini erat kaitannya dengan kepercayaan yang ada di masyarakat.
“Ada kepercayaan masyarakat bahwa ada penyakit-penyakit yang bisa sembuh dengan pengobatan tradisional. Dengan kepercayaan seperti itu, akhirnya masyarakat beramai-ramai datang,” ungkap Arif.
Lalu, ada juga masyarakat yang sudah melakukan pengobatan secara medis. Namun, penyakitnya tidak kunjung sembuh dan memilih ke pengobatan tradisional.
“Selain kepercayaan, beredarnya video bukti bahwa pasien yang telah berobat bisa sembuh jadi penyebabnya. Masyarakat yang sebelumnya melakukan pengobatan secara medis pun berubah pikiran. Sebab, dirinya belum sembuh, tetapi yang baru sekali ke pengobatan tradisional sudah sembuh,” jelas Arif.
Tidak hanya itu, dari sisi ekonomi juga menjadi penyebab masyarakat tetap memilih pengobatan tradisional.
“Ada kelompok masyarakat yang tidak mempunyai kecukupan finansial untuk berobat ke pengobatan medis. Karena itu, mereka memilih ke pengobatan tradisional yang cenderung lebih murah,” tambah Arif.
Selama pengobatan secara medis itu ‘mahal’, kata Arif, masyarakat dengan sendirinya mencari pengobatan-pengobatan yang menjadi alternatif.
“Tidak semua penyakit atau pengobatan bisa ter-cover oleh BPJS, dan ini mendorong masyarakat ke pengobatan tradisional,” tutup Arif. (JEF)
Lihat juga:
- Gubernur NTB Sidak Pasar, Harga Cabai Semakin Pedas
- DPR RI Putuskan Layanan BPJS Kesehatan PBI Dibayar Pemerintah Selama Tiga Bulan ke Depan
- Jadwal Libur Sekolah Awal Puasa 2026 Mulai Minggu Depan, Catat Tanggal Lengkapnya
- TMMD Desa Sondo Terus Dikebut Meski Jalan Tani Licin dan Berlumpur Akibat Hujan
- Jalan Tani TMMD ke-127 Kodim 1608/Bima di Desa Sondo Berpotensi Jadi Jalur Agrowisata
- Rapor Pendidikan Jadi Alarm, BPMP NTB Nilai Iklim Sekolah Rentan Usai Kasus Perundungan dan Pernikahan Dini



