Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Mataram (NTBSatu) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, Kamis pagi, 2 April 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.48 WIB dan langsung memicu kekhawatiran warga setempat serta daerah sekitar.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa berada pada koordinat 1,21 lintang utara dan 126,25 bujur timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 127 kilometer arah Tenggara Bitung. BMKG juga mengeluarkan peringatan awal terkait potensi tsunami yang mungkin menyertai gempa kuat tersebut.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyampaikan, guncangan kuat berlangsung selama 20 detik.
“Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan kuat di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang menyebabkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah,” ujar Abdul, mengutip Kompas.com pada Kamis, 2 April 2026.
Gempa Susulan Picu Kewaspadaan
Setelah gempa utama, aktivitas seismik masih berlanjut. BMKG mencatat dua gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Kedua gempa tersebut berpusat di laut dan tidak memicu potensi tsunami, namun getarannya tetap terasa oleh masyarakat.
Abdul Muhari menegaskan, pentingnya kewaspadaan dalam situasi tersebut. “Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” sambungnya.
Sejumlah wilayah merasakan dampak gempa dengan intensitas berbeda. Kota Ternate mencatat skala intensitas mencapai V hingga VI MMI. Sementara itu, wilayah Ibu berada pada skala V MMI dan Kota Manado mencatat intensitas IV hingga V MMI. Getaran juga terasa hingga Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara dengan skala III MMI.
Perbedaan data kedalaman gempa juga muncul dalam laporan. BNPB menyebut pusat gempa berada pada kedalaman 62 kilometer, sedangkan BMKG mencatat kedalaman sekitar 18 kilometer. Perbedaan ini tidak mengubah fakta bahwa gempa memiliki kekuatan signifikan dan berdampak luas.
Hingga saat ini, otoritas terkait terus memantau perkembangan situasi serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mengikuti arahan resmi, serta menjauhi wilayah pesisir hingga kondisi benar-benar aman. (*)


