BERITA NASIONAL

5 Drama Keluarga saat Lebaran, dari Masalah Warisan sampai Pertanyaan Kapan Nikah

Mataram (NTBSatu) – Lebaran sekarang bukan hanya soal maaf-maafan, tetapi momen kumpul bersama keluarga besar yang seringkali menguji kesabaran.

Ibaratnya, sayur tanpa garam. Kumpul bersama keluarga besar akan terasa kurang tanpa ada drama keluarga di dalamnya.

IKLAN

Agar tidak hanya kenyang dengan rendang dan opor tetapi juga kenyang batin, yuk simak drama keluarga apa saja yang sering muncul tiap lebaran:

1. Pertanyaan “Horor” yang Tak Pernah Absen

Ini merupakan drama wajib yang sejuta umat hadapi. Sebelum duduk dan menikmati nastar, pertanyaan seperti “Kapan lulus?”, “Kerja di mana sekarang?”, atau pertanyaan legendaris “Kapan nikah?” sudah terdengar di telinga.

IKLAN

Biasanya, pertanyaan ini akan datang dari bibi atau paman yang sebenarnya bingung ingin memulai obrolan dari mana. Meski begitu, bagi yang ditanya seperti diinterogasi polisi.

IKLAN

Tetapi, kamu bisa jawab dengan santai, pasang senyum paling manis, dan minta didoakan. Mereka biasanya bertanya karena kurang update dengan hidupmu.

2. Ajang Pamer Terselubung

Di tengah momen khidmat bersama keluarga, pasti ada saja orang yang mendadak jadi “si paling sukses” saat berkumpul.

Akan muncul cerita-cerita soal jabatan baru, mobil baru yang baru turun dari showroom, sampai prestasi anak-anaknya yang juara olimpiade tingkat galaksi Bima Sakti.

Drama seperti ini biasanya akan membuat pendengar insecure dan risih. Padahal Lebaran harusnya menunjukkan sifat rendah hati, bukan meninggikan diri.

Jika ada di situasi ini, kamu cukup dengarkan saja sambil makan kue. Jangan terpancing untuk ikut membandingkan hidupmu dengan mereka.

3. Masalah Membandingkan Dapur

Drama bukan cuma datang dari kata, tetapi dari lidah juga. Pasti ada saja saudara yang hobi membandingkan masakan. “Kok opornya kurang kental ya, nggak kayak buatan Tante Anu,” atau yang lain.

Meski terlihat sepele, biasanya kritis soal makanan bisa membuat hati tuan rumah jadi nyesek, setelah capek masak dari subuh. Ini bisa jadi awal munculnya perang dingin.

Jadi, sebagai tamu yang baik, cukup berikan pujian sederhana. Kalau rasanya kurang di selera, cukup simpan di dalam hati. Menghargai usaha orang juga termasuk ibadah.

4. Bahas Masa Lalu yang Kurang Enak

Saat berkumpul dengan keluarga besar, biasanya ada saja anggota keluarga yang suka mengungkit masa lalu. Misalnya, “Ingat nggak dulu kamu waktu kecil ngompol di depan tamu?”.

Meski niatnya cuma bercanda dan ingin mencairkan suasana, tetapi jika terus-terusan diulang di depan orang banyak, bisa membuat orang merasa dipermalukan.

Jika menjadi korban, kamu cukup tertawakan saja. Tunjukkan jika sudah berdamai dengan masa lalu dan sudah menjadi pribadi yang lebih baik.

5. Masalah Warisan

Terakhir, dari segala drama keluarga adalah masalah warisan. Biasanya, ada saja oknum yang memanfaatkan momen Lebaran untuk membahas aset.

Karena semua ahli waris sedang berkumpul, pembahasan ini seringkali meledak tiba-tiba di tengah sesi bincang santai. Perdebatan mengenai siapa yang paling berhak atau perasaan tidak adil saat pembagian, membuat suasana Idulfitri yang seharusnya hangat jadi sedingin es.

Kamu bisa menegaskan jika momen Lebaran bukan waktu untuk membahas harta. Katakan saja, jika momen kebersamaan cukup fokus pada silaturahmi.

Itulah beberapa drama keluarga yang biasanya sering terjadi saat momen kumpul bersama Lebaran. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button