Pemerintahan

Prabowo Putuskan Ikut Iuran 1 Miliar Dolar AS Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Jakarta (NTBSatu) – Menteri Luar Negeri, Sugiono mengungkapkan, Pemerintah Indonesia memutuskan berpartisipasi membayar iuran sukarela bagi anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace) gagasan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keputusan tersebut diambil meski iuran yang dimaksud bukan merupakan syarat keanggotaan.

Hal itu Sugiono sampaikan saat menjawab pertanyaan terkait adanya iuran sebesar 1 miliar USD atau setara Rp16,8 triliun bagi setiap anggota Dewan Perdamaian di Komisi I DPR RI, Selasa, 27 Januari 2026.

“Presiden memutuskan untuk ikut berpartisipasi,” ujar Sugiono dalam keterangan resminya.

Sugiono menegaskan, pembayaran iuran tersebut bukan sebagai biaya keanggotaan. Menurutnya, dana itu bertujuan untuk mendukung upaya penyelesaian konflik di Gaza, Palestina, termasuk pembiayaan proses rekonstruksi wilayah tersebut.

“Ini bukan membership fee. Kalau kita lihat kronologinya, pembentukan Board of Peace ini merupakan upaya untuk menyelesaikan situasi di Gaza pada khususnya dan Palestina. Termasuk, upaya rekonstruksi. Pertanyaannya, rekonstruksi siapa yang membayar dan dananya dari mana,” kata Sugiono.

Ia menjelaskan, negara-negara yang bergabung dalam Dewan Perdamaian diajak untuk berpartisipasi dalam pendanaan tersebut. Partisipasi itu, katanya, juga memberikan keuntungan lain berupa status sebagai anggota tetap.

“Yang tentu saja ada keuntungan lain, yaitu menjadi anggota tetap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiono menekankan, iuran tersebut bersifat sukarela dan tidak menjadi kewajiban bagi setiap anggota Dewan Perdamaian.

“Enggak, enggak wajib. Semua negara yang diundang itu entitled untuk menjadi member selama tiga tahun, itu bunyi charter-nya. Tapi kalau misalnya ikut berpartisipasi satu miliar dollar, artinya dia permanen,” jelas Sugiono.

Indonesia Resmi Gabung Dewan Perdamaian Trump

Sebelumnya, Indonesia resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian gagasan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam pembentukan organisasi tersebut di sela penyelenggaraan World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pekan lalu.

Sugiono menjelaskan, tujuan utama Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian adalah untuk mengawal agar arah kebijakan organisasi tersebut tetap sejalan dengan tujuan besar, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.

Menurutnya, kehadiran Indonesia penting untuk memberikan masukan, saran, serta pengaruh politik agar langkah-langkah Dewan Perdamaian bersifat nyata dan berkelanjutan.

“Kehadiran Board of Peace ini adalah langkah yang konkret dan tangible (berwujud, red) setelah sekian lama. Agar upaya perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” kata Sugiono, Sabtu, 24 Januari 2026. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button