IKLAN
Hukrim

Angka Golput Generasi Milenial di Kota Mataram Sangat Mengkhawatirkan

Mataram (NTB Satu) – Tim observasi dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB bekerja sama dengan Kesbangpol Mataram menemukan bahwa angka golput di Kota Mataram terbilang sangat tinggi. Angka itu didominasi oleh kaum milenial, karena mereka tidak merasa disentuh dalam perayaan pesta demokrasi tersebut.

“Kaum milenial memberi kontribusi besar pada tingginya angka golput. Jadi kami merekomendasikan agar ada langkah konkret yang dilakukan, yang memang menyentuh langsung pada golongan tersebut.” ungkap Wakil Rektor I UNU NTB sekaligus Ketua Tim Observasi, Ahmad Fauzan dalam acara Jumpa Pers Hasil Observasi Anti Golput di Kota Mataram yang diselenggarakan di Kampus UNU NTB, Rabu, 23 November 2022.

IKLAN

Ia memaparkan, data observasi itu menunjukkan hasil yang rasional dengan catatan angka golput yang dirilis KPU Kota Mataram pada pileg 2019 dan pilkada 2020. Pada pileg tingkat kota, angka golput sebanyak 17 persen, dan pada tingkat provinsi sebanyak 28 persen.

Berdasarkan hasil observasi, angka itu akan melambung pada pileg yang akan datang pada 2024. Sedangkan golput pada pilkada 2020 lalu berada pada angka 34 persen, dan akan turut naik.

Kepala Bakesbangpol Kota Mataram, Zarkasyi menyebutkan, bahwa jumlah partisipasi pemilih di Kota Mataram masih terbilang belum baik. Tingkat golput yang menyentuh angka 34 persen perlu mendapat perhatian serius untuk mengatasinya.

“Harus ada terobosan yang dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Kesimpulan dan rekomendasi yang dihasilkan dari observasi tim UNU NTB dan kawan-kawan aktivis lembaga akan menjadi perhatian kami dalam mengambil langkah untuk menangani golput ini,” katanya.

Lembaga Stamplat Ampenan yang sejak awal ikut serta dalam observasi tersebut, akan segera bergerak merespons rekomendasi yang disuguhkan. Pihaknya akan menggelar semacam kompetisi bagi milenial untuk maju sebagai calon wakil rakyat, menjadi representasi bagi kalangan mereka.

“Dari rekomendasi itu, kami akan melaksanakan kompetisi yang berjudul Parlemen Stamplat. Lomba akan berbentuk entertain yang kami yakini mampu merebut perhatian kaum milenial. Terbuka untuk seluruh warga Kota Mataram, tetapi untuk yang usianya masih tergolong milenial,” tutur Ketua Lembaga Stamplat Ampenan, Parah Rohady.

Tidak jauh berbeda, Pimpinan Partai Gerindra Kota Mataram, Abd. Rachman yang juga hadir dalam acara itu tak ketinggalan menyodorkan ide. Ia menyarankan, agar para pemilih diberi hadiah atau buah tangan kecil-kecilan setelah mencoblos. Karena anggaran untuk pemilu yang ia rasa banyak, dan cukup untuk melakukan hal tersebut.

Lalu Ketua DPD Partai Demokrat, Indra Jaya Usman atau akrab disapa IJU itu menyatakan berkomitmen dalam mengakomodir tujuan bersama dalam menuntaskan angka golput tersebut. Karena prediksinya, jumlah pemilih milenial pada pemilu 2024 akan mencapai angka 60 persen. Bisa sangat menentukan kondisi politik yang akan datang.

“Kelompok milenial ini adalah ‘silence majority’. Jadi saya selaku Ketua Partai Demokrat berkomitmen akan ikut mengawal proses, dan mengakomodir hasil dari upaya yang dilakukan untuk menyentuh para milenial ini,” tegas IJU.

Disebutkan, observasi itu dilaksanakan dengan melibatkan 100 mahasiswa yang diterjunkan langsung ke 325 lingkungan se-Kota Mataram untuk mangambil data mengenai kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu yang akan datang. (RZK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button