Site icon NTBSatu

DPRD NTB Minta Pemda Lombok Barat Audit Kerusakan Jalan Dusun Meang Sekotong

Audit Kerusakan Jalan Dusung Meang Sekotong

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTB, Hamdan Kasim (kiri) dan tangkapan layar video ibu hamil yang ditandu oleh warga di Dusun Meang (kanan). Foto: NTBSatu

Mataram (NTBSatu) – DPRD Provinsi NTB meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, melakukan audit kerusakan jalan di Dusun Meang, Sekotong.

“Walaupun itu statusnya jalan kabupaten bukan provinsi, kami tetap mendorong supaya pemerintah kabupaten segera melakukan audit kerusakan jalan,” kata Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTB, Hamdan Kasim kepada NTBSatu, Kamis, 23 Januari 2025.

Dorongan itu, kata Hamdan, sebagai bentuk keprihatinannya kepada warga setempat atas kerusakan jalan tersebut. Apalagi sampai terjadi peristiwa ibu melahirkan di tengah jalan.

“Perlu (audit kerusakan, red), karena memiliki dampak yang cukup tidak baik kepada masyarakat. Misalnya, peristiwa ibu hamil melahirkan di tengah jalan itu,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini meminta, agar pemerintah setempat tanggap dalam merespons persoalan seperti ini. Sebab, menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Dinas teknisnya harus tanggap. Begitu ada informasi seperti itu, harus segera melakukan pengecekan. Harus di audit jalannya, kerusakannya seperti apa. Supaya bisa jadi prioritas,” jelasnya.

Jalan-jalan seperti itu, sambungnya, harus menjadi prioritas Pemda. Sehingga, Pemda dalam hal ini dinas teknis harus intensif melobi pemerintah pusat, agar mendapat kucuran anggaran buat perbaikan.

“Mengingat APBD kurang memungkinkan, sehingga yang diandalkan DAK dari pusat. Jadi saya mendorong supaya Pemda intensif melobi dengan pusat, untuk bisa mendapatkan dana tambahan itu supaya bisa segera diperbaiki,” pungkas Hamdan.

Ibu Hamil Ditadu Akibat Jalan Rusak

Peristiwa pilu kembali terulang di Dusun Meang, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Seorang ibu hamil rela ditandu, lantaran kondisi jalan rusak dan tidak bisa dilintasi kendaraan.

Bermodalkan sarung dan sebatang bambu, tiga pria secara bergiliran menggendong ibu hamil bernama Santri (20 tahun). Yang merupakan warga daerah setempat.

Dalam video yang NTBSatu terima, terlihat tiga pria dengan langkah tertatih melewati jalan tak beraspal yang licin dan penuh batu-batu kecil.

Salah seorang warga lokal, Fauzi mengungkapkan, kejadian seperti ini bukan kali pertamanya. Dulu, kurang lebih setahun lalu, juga terjadi hal serupa. Bahkan, seorang ibu tersebut sampai melahirkan di tengah jalan.

“Ada juga dulu, seorang ibu hamil sampai melahirkan di tengah jalan. Jadi ini bukan kali pertamanya kejadian seperti ini,” kata Fauzi menjawab konfirmasi NTBSatu, Selasa, 21 Januari 2025.

Fauzi menceritakan, warga setempat menandu ibu hamil tersebut dengan jarak tempuh kurang lebih 10 kilometer. Saat itu, Santri hendak pulang dari Puskesmas Sekotong menuju rumahnya.

Namun dalam perjalanannya, tiba-tiba turun hujan, menyebabkan ruas jalan yang harus mereka lewati licin. Di tambah kondisi jalan tak beraspal membuat kendaraan tidak bisa melewatinya.

“Alhasil mengharuskan untuk ditandu. Tapi memang, di Dusung Meang itu tidak ada jalan lain. Hanya jalan setapak yang berkerikil, bebatuan, dan licin. Sehingga tidak mungkin dilewati sepeda motor,” jelas Fauzi.

Fauzi menyebutkan, kondisi jalan seperti ini bukan kali ini saja. Namun merupakan kejadian berulang setiap memasuki musim hujan. “Kalau musim hujan turun sama sekali jalan ini tidak bisa dilewati,” bebernya.

Atas insiden ini, Fauzi sebagai warga Dusun Meang berharap pemerintah setempat memperhatikan kondisi jalan tersebut.

Fauzi mengaku, sudah menyuarakan kondisi ini sejak kejadian ibu melahirkan di tengah jalan dulu. Namun, belum juga mendapat perhatian.

“Sehingga sampai sekarang belum ada realisasinya,” pungkas Fauzi. (*)

Exit mobile version