Mataram (NTBSatu) – Kondisi jalan di Dusun Meang, Sekotong, Lombok Barat, kembali menjadi perhatian. Hal itu setelah kejadian pilu, seorang ibu hamil terpaksa ditandu, lantaran kondisi jalan sekitar tidak bisa dilintasi kendaraan karena rusak parah.
Atas kondisi itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, Hj. Lies Nurkomalasari mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan PUPR Lombok Barat.
“Karena yang punya kewenangan penuh atas status jalan tersebut adalah Pemda Lombok Barat,” kata Lies kepada NTBSatu, Kamis, 23 Januari 2025.
Untuk sementara, ujar Lies, pihaknya sudah meminta kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi NTB, untuk turun langsung mengecek kondisi jalan tersebut. Katanya, jalan tersebut benar-benar rusak parah.
“Kemarin BPJN sudah turun, cuman tidak bisa langsung ke lokasi, karena memang jalannya rusak,” ujarnya.
Menyinggung apakah jalan tersebut menjadi prioritas pihaknya usulkan perbaikan ke Pemerintah Pusat, Lies belum bisa membeberkan. Kembali dia akan terlebih dulu melihat status jalan tersebut.
“Nanti kita cek dulu status jalannya,” ujarnya.
Ibu Hamil Ditadu Akibat Jalan Rusak
Peristiwa pilu kembali terulang di Dusun Meang, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Seorang ibu hamil rela ditandu, lantaran kondisi jalan rusak dan tidak bisa dilintasi kendaraan.
Bermodalkan sarung dan sebatang bambu, tiga pria secara bergiliran menggendong ibu hamil bernama Santri (20 tahun). Yang merupakan warga daerah setempat.
Dalam video yang NTBSatu terima, terlihat tiga pria dengan langkah tertatih melewati jalan tak beraspal yang licin dan penuh batu-batu kecil.
Salah seorang warga lokal, Fauzi mengungkapkan, kejadian seperti ini bukan kali pertamanya. Dulu, kurang lebih setahun lalu, juga terjadi hal serupa. Bahkan, seorang ibu tersebut sampai melahirkan di tengah jalan.
“Ada juga dulu, seorang ibu hamil sampai melahirkan di tengah jalan. Jadi ini bukan kali pertamanya kejadian seperti ini,” kata Fauzi menjawab konfirmasi NTBSatu, Selasa, 21 Januari 2025.
Fauzi menceritakan, warga setempat menandu ibu hamil tersebut dengan jarak tempuh kurang lebih 10 kilometer. Saat itu, Santri hendak pulang dari Puskesmas Sekotong menuju rumahnya.
Namun dalam perjalanannya, tiba-tiba turun hujan, menyebabkan ruas jalan yang harus mereka lewati licin. Di tambah kondisi jalan tak beraspal membuat kendaraan tidak bisa melewatinya.
“Alhasil mengharuskan untuk ditandu. Tapi memang, di Dusung Meang itu tidak ada jalan lain. Hanya jalan setapak yang berkerikil, bebatuan, dan licin. Sehingga tidak mungkin dilewati sepeda motor,” jelas Fauzi.
Fauzi menyebutkan, kondisi jalan seperti ini bukan kali ini saja. Namun merupakan kejadian berulang setiap memasuki musim hujan. “Kalau musim hujan turun sama sekali jalan ini tidak bisa dilewati,” bebernya.
Atas insiden ini, Fauzi sebagai warga Dusun Meang berharap pemerintah setempat memperhatikan kondisi jalan tersebut.
Fauzi mengaku, sudah menyuarakan kondisi ini sejak kejadian ibu melahirkan di tengah jalan dulu. Namun, belum juga mendapat perhatian.
“Sehingga sampai sekarang belum ada realisasinya,” pungkas Fauzi. (*)