KesehatanSumbawa

Tujuh Sampel Suspek Campak di Sumbawa Tunggu Hasil Laboratorium, Dinkes Minta Orang Tua Disiplin Imunisasi

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa, mengirim tujuh sampel warga berstatus suspek campak ke laboratorium. Langkah ini menyusul kecurigaan medis terhadap pasien yang menunjukkan gejala klinis menyerupai tren penyakit, yang tengah meningkat secara nasional.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat menegaskan, hingga saat ini belum ada kasus positif di Kabupaten Sumbawa.

IKLAN

​”Untuk campak di Kabupaten Sumbawa sampai dengan saat ini tidak ada kasus. Cuman kita masih adanya ke suspek atau kecurigaan dari sampel yang sudah kita ambil, sedang proses pengiriman untuk pemeriksaan,” ungkap Sarip kepada NTBSatu, Kamis, 12 Maret 2026.

IKLAN

​Sarip merinci, timnya mengirim sekitar tujuh sampel untuk memastikan status kesehatan para pasien tersebut. Ia meminta, semua pihak menunggu hasil resmi laboratorium.

IKLAN

​”Ada sekitar tujuh sampel yang sudah kita kirim untuk pemeriksaan, lagi menunggu hasil apakah dia campak apa tidak,” tambahnya.

Perkuat Langkah Antisipasi

​Menyikapi kekhawatiran masyarakat, pihaknya telah melayangkan surat imbauan ke seluruh Fasilitas fasilitas kesehatan (faskes) guna memperkuat langkah antisipasi. Sarip menginstruksikan setiap faskes melakukan promosi kesehatan secara masif dalam setiap kegiatan.

“Kita sudah memberikan imbauan melalui surat kepada semua faskes untuk antisipasi dan memberikan edukasi setiap ada kegiatan untuk melakukan promosi kesehatan terkait dengan penyakit campak,” jelasnya.

​Terkait pencegahan, Sarip menekankan pentingnya imunisasi lengkap bagi anak-anak. Menurutnya, pemberian imunisasi campak harus sebanyak tiga kali untuk menjamin perlindungan maksimal.

​”Sebaiknya anak kita itu harus mendapatkan imunisasi lengkap. Imunisasi campak didapatkan pertama pada usia 9 bulan, kemudian usia 18 bulan, ditambah nanti dengan usia anak kelas 1 SD (5-7 tahun). Sebaiknya ketiganya itu anak harus dapat untuk bisa terjaga dari penyakit campak,” paparnya.

Pihaknya turut mengedukasi mengenai gejala khas yang patut masyarakat curigai, yakni demam, batuk pilek, serta munculnya ruam kemerahan di seluruh tubuh anak.

​”Tanda dan gejala itu demam, kemudian batuk pilek, ada ruam atau kemerahan di seluruh tubuh yang khas pada anak. Nah, itu patut dicurigai adanya terkena penyakit campak,” jelasnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button