Dishub Sumbawa Siagakan Operasi Ketupat 2026, Puncak Mudik Diprediksi 18 Maret
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa, memetakan potensi kerawanan arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Otoritas perhubungan memprediksi puncak pergerakan masyarakat di wilayah ini terjadi pada 18 Maret 2026.
​Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa, Rosihan, ST., MT., memastikan, jajarannya menyiagakan Operasi Ketupat mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Langkah ini bertujuan menjamin kelancaran arus transportasi di seluruh titik pantau strategis.
​”Kami menerjunkan personel untuk mendampingi kepolisian selama operasi berlangsung. Fokus utama kami memastikan keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik,” ujar Rosihan kepada NTBSatu, Kamis, 12 Maret 2026.
​Rosihan menjelaskan, kelaikan armada menjadi prioritas utama. Ia berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), untuk melaksanakan inspeksi keselamatan (ramp check) bus antar kota di Terminal Sumer Payung secara ketat. Pemeriksaan meliputi fungsi rem, kondisi lampu, hingga kelaikan ban.
​”Kami ingin memastikan setiap armada yang mengangkut pemudik dalam kondisi prima. Selain armada, kami juga mengoptimalkan fasilitas Terminal Empang seperti ruang tunggu dan ruang menyusui agar masyarakat merasa nyaman,” paparnya.
​Mengenai aturan angkutan barang, Rosihan melarang truk besar memasuki area jantung kota Sumbawa pada H-7 Lebaran. Kebijakan ini bertujuan mencegah sumbatan arus lalu lintas, meskipun volume kendaraan di Sumbawa relatif lebih lengang daripada daerah lain.
​Di sisi lain, Rosihan menyoroti tingginya angka kecelakaan yang bersumber dari kelalaian manusia (human error). Ia meminta, para sopir angkutan umum tidak memaksakan diri berkendara jika kondisi fisik sudah lelah atau mengantuk.
​”Data menunjukkan sekitar 80 persen kecelakaan jalan raya terjadi karena faktor manusia. Kami meminta sopir beristirahat jika merasa tidak fit. Keselamatan penumpang berada di tangan mereka,” tegas Rosihan.
​Ia mengimbau masyarakat tetap tertib selama berkendara, menggunakan helm standar, serta mengecek kondisi kendaraan pribadi secara mandiri sebelum berangkat.
​”Kami menyiapkan petugas dan fasilitas pendukung di lapangan. Namun, kedisiplinan pengendara tetap menjadi kunci utama agar pemudik sampai di rumah dengan selamat,” tutupnya. (*)



