Ekonomi Bisnis

Selain Cabai, Satgas Saber Pangan NTB Atensi Kenaikan Harga Daging Ayam Jelang Idulfitri

Mataram (NTBSatu) – Satuan Tugas (Satgas) Saber Keamanan, Mutu, dan Harga Pangan Provinsi NTB Tahun 2026 melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, serta para peternak ayam ras, Kamis, 5 Maret 2026.

Pertemuan ini bertujuan membahas langkah-langkah stabilisasi harga ayam ras, yang saat ini terpantau mengalami kenaikan signifikan di pasar-pasar tradisional.

Dir Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol. FX Endriadi menjelaskan, koordinasi ini melibatkan dinas perindustrian dan perdagangan untuk memastikan stok aman dan harga tidak kembali merangkak naik.

“Untuk ayam ras, hari ini ada rapat koordinasi dengan pemerintah provinsi dalam hal ini dinas perindustrian perdagangan dan para peternak-peternak ayam ras. Intinya bagaimana kita supaya ayam ras itu tidak naik lagi, apalagi menjelang Idulfitri,” ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.

IKLAN

Berdasarkan pantauan rutin tim Satgas Saber Pangan NTB, harga ayam ras di pasaran saat ini Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai sudah melampaui ambang batas normal atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi serupa juga terjadi pada daging sapi yang kini mencapai Rp150.000 per kilogram.

Datangkan 1 Ton Lebih Cabai dari Sulawesi Selatan

Selain daging dan ayam, Satgas Saber Pangan NTB sebelumnya telah melakukan intervensi besar-besaran terhadap komoditas cabai rawit merah.

Sebagai informasi, harga cabai di NTB sempat “mencekik” di angka Rp150.000 per kilogram. Menanggapi hal itu, Satgas Saber Pangan NTB berkolaborasi dengan Bappenas untuk mendatangkan pasokan 1,2 ton cabai dari Enrekang, Sulawesi Selatan.

“Minggu lalu kami sudah mendatangkan 1,118 kilogram atau sekitar 1,2 ton cabai dari Enrekang. Kami difasilitasi transportasi gratis menuju NTB melalui Bandara Bizam, kemudian langsung didistribusikan kepada para pengecer,” jelas FX Endriadi.

Upaya “guyur” pasar tersebut mulai membuahkan hasil, dengan turunnya harga cabai ke angka Rp90.000 per kilogram. Meski sudah turun, pihaknya mengakui harga tersebut masih di atas HET.

Pihaknya kini berharap pada hasil panen petani lokal di Lombok, agar pasokan kembali normal dan harga stabil. Mengingat cabai adalah komoditas utama penyumbang inflasi di NTB.

“Ada tiga yang menjadi antisipasi kita, yakni cabai merah, cabai rawit, kemudian daging sapi dan ayam. Kita fokus pada komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi daerah,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan dan konsumsi cabai di NTB merupakan salah satu yang tertinggi.

Oleh karena itu, Satgas Saber Pangan NTB berkomitmen terus memantau 14 Bahan Pokok (Bapok) penting lainnya. Untuk saat ini, bahan pokok selain tiga komoditas tersebut dilaporkan masih dalam kategori aman dan normal. (Andini)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button