BERITA NASIONALOlahraga

Lapangan SUGBK Jadi Sorotan di Kualifikasi Pildun 2026

Mataram (NTBSatu)- Dalam dua laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, penampilan Timnas Indonesia bukan satu-satunya perhatian. Tetapi juga kondisi lapangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, berharap agar lapangan di SUGBK selalu dalam kondisi prima.

“Kita selalu mendorong, GBK juga harus kita apresiasi hari ini. GBK selalu mencari pola treatment yang sangat baik dan sekarang progresnya sangat baik,” ujar Dito.

Politisi Partai Golkar itu juga menegaskan, akan melakukan perawatan rumput yang lebih baik di lahan khusus agar proses pergantian rumput lebih cepat dan terawat.

Lebih lanjut, Dito dukung penggunaan SUGBK untuk olahraga, tetapi ia berharap stadion ini bisa juga untuk kegiatan masyarakat.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo

“Ya pastinya kita dukung adalah gimana bisa merawat GBK ini penggunaannya prioritas untuk olahraga itu yang pertama. Tapi yang penting gimana juga stadion ini bisa menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan,” katanya.

Dito menekankan pentingnya penjadwalan kegiatan masyarakat seperti konser dan pertandingan sepak bola agar tidak berdekatan.

Jadi memang harus dukung dan percepat bagaimana treatment rumput yang paling ideal.

“Jadi nantinya ini ke depan mau untuk konser dan bola jadwalnya tidak berdekatan,” imbuhnya.

Pelatih Filipina Soal Kondisi Lapangan SUGBK

Pelatih Filipina, Tom Saintfiet, melontarkan guyonan tentang kualitas lapangan SUGBK setelah laga melawan Timnas Indonesia.

Dia menyatakan bahwa tidak ada keluhan khusus terkait kondisi lapangan, meski mengakui bahwa SUGBK belum sekelas San Siro.

“Saya tidak pernah mencari-cari alasan. Saya rasa lapangan sepak bola sama saja. Warnanya hijau,”

Di beberapa tempat mungkin lebih hijau dari yang lain, ada yang hijau terang, hijau gelap, tetapi tidak ada bedanya.

Pemain Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam, sebelumnya menilai struktur lapangan kurang rata, mempengaruhi permainan mereka.

Pelatih Shin Tae-yong juga mengkritik kondisi rumput. Ia meminta agar stadion tidak terlalu sering untuk acara hiburan.

“Seperti yang kita lihat, memang kondisi rumput kurang baik. Saya berharap semoga di lapangan bola tidak diadakan konser lagi, tetapi lebih banyak pertandingan bola,” ujar Shin Tae-yong.

Kondisi lapangan yang prima di SUGBK menjadi harapan semua pihak untuk mendukung prestasi Timnas Indonesia. Selain itu, untuk juga kenyamanan penonton dalam berbagai acara yang akan terlaksana di stadion tersebut.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button