Pemerintahan

ABN PR Endus Motif Politik di Balik Peresmian Pabrik Rumput Laut di Ekas Lombok Timur

Harry mengaku, tidak bisa menilai maksimal bagaimana kunjungan Jokowi ke Lombok Timur. Apalagi jika dilihat dari rekam jejak ayah Gibran Rakabuming Raka itu selama menjabat Presiden. Jokowi dinilai mudah menggadaikan Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia, khususnya di NTB.

“Mudah membuka investasi bagi investor asing untuk menguasai lahan di Indonesia,” ungkapnya.

Untuk di NTB, masih banyak Proses Strategis Nasional (PSN) yang belum diselesaikan hingga saat ini. Salah satunya, KEK Mandalika, Lombok Tengah. Masyarakat yang terdampak dari proyek ini belum juga selesai mendapat pemenuhan.

“Baik atas lahan, kemudian pemukiman kembali secara adil dan keadaan ekonomi maupun keadaan sosial,” bebernya.

Karena itu, sambung Harry, pada sisa jabatannya Jokowi ingin memanfaatkan dengan sedemikan rupa kewenangan yang masih bisa mengakomodir kepentingan asing di kawasan Indonesia.

“Yang berkonsekuensi terjadinya perampasan monopoli pangan,” paparnya.

Berita Terkini:

Menurutnya, PSN yang dikerjakan pemerintahan Jokowi tidak menghasilkan hal signifikan selain meningkatnya angka kemiskinan dan kriminalisasi.

Sementara Ketua Front Mahasiswa Nasional (FMN) Mataram, Pantera Mantelli menyebut, kedatangan Jokowi selain meresmikan pabrik, tapi juga membawa wajah politik.

“Kedatangan Jokowi jelas membawa politik. Apalagi saat ini saat sedang situasi dan momentum politik. Dan ini harus ditanggapi dan disikapi masyarakat,” jelasnya. (KHN)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button