Hukrim

Tanpa Ampun, Polda NTB Nonaktifkan 2 Polisi yang Ditangkap BNN

Mataram (NTB Satu) – Tindakan tegas diambil Polda NTB terhadap dua oknum polisi yang diduga terlibat dalam peredaran sabu. Polda NTB dalam hal ini menonaktifkan dua oknum anggota tersebut dalam tugas sebagai anggota Polri.

“Kami sudah nonaktifkan yang bersangkutan,” ucap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Selasa 20 September 2022.

Saat ini, Polda NTB sepenuhnya menyerahkan kasus yang melibatkan dua orang personel Polres Dompu, berinisial MYF (27 tahun) yang berdomisili di Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, dan AM (26 tahun), domisili Lingkungan Kandai Satu, Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu itu ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB. BNNP NTB melakukan penangkapan terhadap keduanya pada Senin, 15 Agustus lalu.

“Saat ini kami menyerahkan sepenuhnya ke BNNP, untuk proses hukumnya,” katanya.

Setelah tindak pidananya dinyatakan sudah incraht dan memiliki kekuatan hukum tetap, maka pihaknya akan melakukan sidang kode etik.

“Setelah perkaranya incraht, kami akan lakukan sidang etik,” sebutnya.

Penangkapan berawal dari pelaku berinisial MYF di sebuah kos-kosan di wilayah Lingkungan Dore, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Dompu. Di sana, tim dari Bidang Pemberantasan BNNP berhasil mengamankan satu paket Lion Parcel dengan nomor resi 11LP1659764449360, atas nama pengirim Sebastian, beralamatkan Pekanbaru, Riau.

Di paket itu, tercantum sebagai penerima ialah Ikhlas Pratama, Nomor Telepon 6282144974928, beralamatkan di Kelurahan Bali Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Setelah paket dibongkar, ditemukan tiga bungkus plastik bening yang berisikan sabu dengan berat berbeda-beda. Bungkusan pertama, sabu yang diamankan memiliki berat 99,31 gram. Bungkusan kedua seberat 103,11 gram. Dan, bungkusan ketiga seberat bersih 86,58 gram. Jadi total keseluruhan barang bukti sabu yang diamankan seberat 289 gram.

Seluruh sabu ini didapatkan dari tangan MYF. Selesai membongkar isi paketan itu, penggeledehan dilanjutkan ke badan dan kendaraan pelaku. Penggeledahan ini berhasil mendapatkan alat komunikasi, ATM BRI, dan barang bukti lainnya yang berhubungan dengan peredaran sabu.

MYF saat diinterogasi di lokasi mengakui bahwa barang itu milik AM yang merupakan salah satu anggota polisi yang bertugas di Sat Resnarkoba Polres Dompu. Mendapat petunjuk, BNNP langsung menuju rumah AM, berlokasi di Lingkungan Salama, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu.

Namun sayang, saat dilakukan penggeledahan, AM tidak ada di rumahnya. AM diketahui tengah berada di luar kota. Namun, AM akhirnya berhasil diamankan juga. Kendati demikian, penggeledahan terus dilakukan. Di rumah AM, BNNP hanya menemukan dua buku tabungan, kartu ATM, dan resi transfer.

Dari 289 gram sabu yang diamankan, apabila diuangkan nilainya mencapai Rp578 juta jika mengikuti harga rata-rata di NTB, yang mencapai harga Rp2 juta per gramnya. (MIL)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button