Hukrim

dr. Langkir Tulis Surat dari Tahanan, Isinya Petunjuk Bukti Dugaan Aliran Dana ke Kejaksaan

Mataram (NTB Satu) – Tersangka kasus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Kabupaten Lombok Tengah, dr. Muzakir Langkir menulis surat dari dalam Rumah Tahanan (Rutan) Praya.

Surat tersebut ditujukan kepada salah seorang aktivis senior di Loteng. Selain itu, dalam surat itu juga ditujukan kepada pemimpin salah satu media lokal yang ada di Loteng.

Dalam isi surat yang dibuat dr. Langkir pada 15 September 2022 itu, meminta kepada aktivis senior Loteng itu men

gambil bukti dokumen HUT Adhyaksa 2022 pada Kejari Loteng.

“Mohon kepada bapak mengambil bukti Hari Ulang Tahun Kejaksaan beserta amplop tahun 2022 di Lalu Anton, pengacara saya,” kata Langkir, dalam suratnya.

Terkait hal itu, Kuasa Hukum dr. Langkir, Lalu Anton Hariawan dikonfirmasi ntbsatu.com mengatakan, surat itu ia terima setelah dikirim ke aktivis yang dimaksud kliennya. Ia menambahkan, beberapa dokumen yang diperintahkan itu hanya sedikit dari dokumen yang ada.

“Hanya beberapa dokumen yang diberikan, dan itu saya konfirmasi lagi ke pak dokter. Hanya beberapa bukti yang diperintahkan pak dokter untuk diserahkan,” kata Anton, Selasa 20 September 2022.

Masih kata Anton, untuk bukti lainnya masih disimpan oleh dr. Langkir. “Ada beberapa dokumen yang diminta berikan. Intinya cuman beberapa lembar dokumen, yang memang dititip ke saya oleh pak dokter dulu,” tuturnya.

Disebutkan Anton, surat tersebut merupakan tulisan pertama dr. Langkir sejak ditahan Kejaksaan di Rutan Praya pada 24 Agustus 2022 lalu.

Untuk diketahui, sebelumnya kuasa hukum Direktur RSUD Praya itu, juga telah menyerahkan beberapa bukti dokumen kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB terkait adanya dugaan aliran dana pada HUT Kejaksaan di Loteng.

“Sudah kami serahkan sejak pak dokter menyebut kemana saja aliran itu,” tandasnya. (MIL)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button