INFO NTB

Empat Tahun Zul-Rohmi, NTB Targetkan Inflasi Dapat Turun Hingga 4 Persen

Mataram (NTB Satu) – Di momentum empat tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi), Sekretaris Daerah NTB, H. Lalu Gita Ariadi menargetkan angka inflasi turun hingga empat persen.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tetap melakukan pemantauan inflasi. Pada Juli 2022, angka inflasi NTB mencapai 6,58 persen (yoy). Kemudian, pada Agustus 2022 mencapai 5,58 persen.

“September 2022 targetnya di bawah lima persen. Selanjutnya, mudah-mudahan dapat mencapai di bawah empat persen,” ungkap Gita Ariadi, Senin, 19 September 2022.

Pemprov NTB melalui Dinas Ketahanan Pangan serta stakeholder terkait melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) NTB akan berperan aktif dalam memantau seluruh harga kebutuhan bahan pokok masyarakat dengan cara mengadakan Operasi Pasar Murah.

“Sampai saat ini, telah terjadi penurunan harga-harga. Misalnya, telur yang harganya Rp62.000 telah turun menjadi Rp45.000,” ujar Gita.

Operasi Pasar Murah adalah bentuk sinergitas Pemprov NTB dalam membendung inflasi. Dalam berbagai kesempatan, Pemprov NTB akan coba untuk konsisten melakukan Operasi Pasar Murah dalam membendung inflasi.

Beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi mengingatkan semua pemda tentang adanya ancaman krisis akibat situasi global yang tak menentu.

Merujuk data Bank Dunia atau International Monetary Fund (IMF), sekitar 60 negara akan ambruk perekonomiannya akibat krisis yang terjadi.

Hal tersebut Jokowi sampaikan dalam Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, Selasa 14 Juni 2022.

Jokowi mengungkapkan, yang ditakutkan seluruh negara saat ini adalah terjadinya stagflasi. Jokowi menginginkan negara bisa mengendalikan inflasi dengan baik. Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh kepala daerah agar makin dapat menjalin kerja sama dengan baik.

“Pak Presiden Jokowi telah memperintahkan seluruh provinsi, kabupaten dan kota agar selalu bekerja sama dalam memantau dan menekan angka inflasi,” pungkas Gita. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button