Pro Kontra Proyek Kereta Gantung Rinjani Perlu Dibuatkan Forum Diskusi

Mataram (NTB Satu) – Proyek Kereta Gantung Rinjani yang akan dibangun di Desa Karang Sidemen, Lombok Tengah terus menunjukkan perkembangan. Sebelumnya sudah melakukan observasi kawasan, kini diketahui sudah masuk penyusunan dokumen lingkungan.

Di balik itu, protes di tengah masyarakat terlebih di kalangan mahasiswa masih gencar terdengar. Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) selaku pintu masuk investor menginginkan adanya forum diskusi lanjutan antara pihak pro dan kontra proyek kereta gantung tersebut.

“Harus ada forum diskusi, jangan sampai saat dibangun baru ada protes lagi, terganggu lagi,” ujar Kepala Subsektor Promosi Penanaman Modal pada DPM PTSP NTB, Satria Wibawa pada Kamis, 4 Agustus 2022.

Ditanya soal skema diskusi dan sosialisasi kepada masyarakat, ia menegaskan, harus dengan cara yang jujur.

“Skemanya itu jujur, kita harus jujur di awal supaya bisa jujur di akhir, jujur di depan dan jujur di belakang. Hanya itu yang dibutuhkan,” tegas Satria

Namun diakui, pihaknya saat ini belum memiliki anggaran untuk merealisasikan keinginan tersebut. Ia juga mengharapkan adanya bantuan atau inisiatif pihak terkait untuk menyelenggarakan forum diskusi yang diharapkan sebagai jalan menemukan solusi.

Terpisah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB juga menginginkan forum untuk mempertemukan semua pihak terkait.

“Kalau saya mungkin di forum itu kita hadirkan investor, pemerintah, warga sekitar proyek dan mahasiswa atau masyarakat umum. Di sana kita sediakan papan tulis besar untuk mencatat pandangan keempat pihak, lalu di tengahnya kita buat garis kotak untuk mempertemukan pandangan-pandangan ini, solusinya pasti ketemu,” terang Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLHK NTB, Firmansyah.

Saat ini, banyak masyarakat umum yang protes atas pembangunan tersebut karena ditakutkan merusak dan mengganggu ekosistem hutan di sekitar Gunung Rinjani. Namun di satu sisi, pihak proyek mengaku pembangunan tersebut tidak akan merusak lingkungan karena pemasangan tiangnya menggunakan helicopter. Penggerak kereta gantung tersebut menggunakan energi listrik sehingga tidak menimbulkan polusi udara maupun suara. (RZK)

Exit mobile version