Dompu

Pejabat Pusat Bahas Jalur Pendakian, Wagub NTB Sindir Soal Sampah di Festival Tambora 2022

Mataram (NTB Satu) – Ada permohonan khusus disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI pada Pemprov NTB maupun Pemda Dompu. Disampaikan saat Festival Tambora 2022, agar pemda tidak berniat untuk menggelontorkan anggaran untuk aspal jalur pendakian. Ini demi mempertahankan keunikan jalur pendakian.

Harapan khusus itu disampaikan Direktur Pemufakat Jasa Kawasan Konservasi Dirjen Kementrian Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementrian LHK RI, Dr. Nanang Priadi, S.Hut, M.Si saat sambutan Minggu, 5 Juni 2022 di acara Festival Tambora 2022, jalur Doroncanga, Kabupaten Dompu.

Empat jalur pendakian Tambora dengan ciri khas masing masing, yakni jalur Doroncanga, jalur Pancasila, jalur Piong dan jalur Kawinda atau Kore. Karena acara bertepatan di Jalur Doroncanga, ia berpesan agar keasilan jalur pendakian sampai di pos 3 menuju taman nasional tetap dipertahankan.

“Mohon kepada Wagub dan Bupati agar tidak dilakukan pengaspalan jalan sampai dengan Pos 3, karena hal tersebut akan menghilangkan seni dalam mendaki,” harap Nanang Priadi.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Nanang memberikan bantuan kepada masyarakat yang mendapat manfaat dari pendakian Gunung Tambora. Selain itu, akan memberikan bantuan Mobil Jeep yang akan digunakan sebagai fasilitas untuk menjajal jalur pendakian.

Pada kegiatan yang bertempat di Santcuari Rusa Timor jalur pendakian Doroncanga Desa Soritatanga Kecamatan Pekat itu, digelar juga kegiatan “Tambora Berzikir” yang merupakan puncak kegiatan Festival Tambora tahun 2022.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah hadir mewakili Pemprov NTB. Hadir juga sejumlah pejabat pusat, seperti Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Direktur Event Daerah Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraft, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi (Direktur PJLKK) Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah NTB, sejumlah Bupati/Walikota, termasuk Unesco Global Geopark.

Sementara Wakil Gubernur NTB dalam sambutannya mengungkapkan rasa kagumnya. Begitu menginjakkan kaki, tidak henti – hentinya mengucapkan syukur kepada Allah SWT, karena telah menciptakan alam yang sangat indah di NTB. Ia mengingat, bahwa Tambora 207 tahun lalu atau dua abad lebih mengalami erupsi yang begitu dahsyat.

Kemeriahan Festival Tambora 2022 di jalur pendakian Doroncanga, Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Foto : Biro Adpim Pemprov NTB

“Satu hal yang disayangkan, masih banyak pengunjung yang tidak tertib karena tinggalkan sampah di lokasi acara,” sesalnya.

Wagub memang sangat atensi masalah sampah, karena bagian dari program prioritas Pemprov NTB untuk komitmen pada zero waste. Maka, ia berharap disiplin buang sampah akan membantu Tambora bebas sampah dan semakin mendunia.

“Saat ini Tambora menyapa dunia dengan berjuta senyumannya, keindahannya, kebaikannya dan kekayaannya. Kita semua yang ada di NTB ini harus betul-betul bisa bekerja sama untuk mewujud agar Tambora ini menjadi destinasi wisata kelas dunia,” ujar Ketua DPD Nasdem NTB ini.

Pada kesempatan sama, Bupati Dompu Kader Jaelani mengungkapkan rasa bahagianya.

“Kita merasa sukur kepada Allah Swt, tahun ini kita kembali bisa menyelengarakan secara meriah Festival Tambora setelah Pandemi Covid 19.Tambora yang sudah di tetapkan menjadi kawasan Geopark Nasional yang memilki berbagai potensi pariwisata dan keanekaragaman Budaya yang tidak kalah dengan daerah-daerah lainya yang di Indonesia”, terang bupati Dompu. (HAK)


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button