Gelaran MotoGP Ikut Dongkrak Ekonomi NTB, Ini Proyeksi BI di Triwulan I 2022

Mataram (NTB Satu) – Perekonomian Provinsi NTB pada triwulan I-2022 diperkirakan mengalami peningkatan pada kisaran 3,8 – 4,6% (yoy). Dari sisi lapangan usaha, perekonomian NTB pada triwulan I 2022 diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi sejalan dengan peningkatan kinerja lapangan usaha perdagangan, lapangan usaha transportasi dan lapangan usaha penyediaan akomodasi, makan dan minum seiring dengan pelaksanaan event MotoGP 2022.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Achmad Fauzi dalam acara rilis implementasi Asset and Liability Comitte (ALCo) Regional NTB yang berlangsung di Kantor DJPb Provinsi NTB, Selasa 29 Maret 2022.

Ia mengatakan, lapangan usaha pertambangan juga diperkirakan mengalami kenaikan seiring target peningkatan kapasitas pertambangan serta perbaikan recovery rate. Pertumbuhan lebih lanjut tertahan oleh kinerja lapangan usaha pertanian dan lapangan usaha konstruksi yang tumbuh melambat seiring dengan risiko penurunan produktivitas karena curah hujan yang tinggi dan selesainya beberapa proyek strategis pada tahun 2021.

Adapun dari sisi pengeluaran, perekonomian NTB pada triwulan I 2022 diperkirakan akan meningkat sejalan dengan perbaikan kinerja konsumsi rumah tangga dan ekspor luar negeri. Perbaikan lebih lanjut diperkirakan tertahan oleh perlambatan kinerja PMTB dan Konsumsi Pemerintah.

“Secara keseluruhan tahun 2022, PDRB NTB diperkirakan tumbuh di kisaran 5,1% sd 5,9% (yoy) didukung oleh aktivitas perekonomian yang sudah lebih baik dibandingkan 2021 dan didorong oleh perbaikan kinerja lapangan usaha perdagangan, lapangan usaha pertambangan, lapangan usaha konstruksi serta lapangan usaha transportasi,” terang Fauzi.

Jika menelusuri lapangan usaha PDRB di triwulan I 2022 ini, ada sejumlah lapangan usaha besar yang cukup mendominasi seperti produksi padi, omzet penjualan dan pertumbuhan jumlah penumpang pesawat.

Pada lapangan usaha pertanian, sesuai dengan data Kerangka Sampel Area (KSA) produksi padi (GKG) pada triwulan I-2022 diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 72,16% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2021. Kenaikan ini utamanya didukung oleh peningkatan luas panen sebesar 71,78% (yoy).

Sementara omzet penjualan Triwulan I 2022 diperkirakan akan mengalami peningkatan. Dari sisi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga mengalami perlambatan meskipun masih berada pada level optimis. “Namun demikian, pada Maret 2022 kinerja lapangan usaha perdagangan diperkirakan akan membaik didorong oleh optimisme jumlah kasus yang telah melandai serta adanya event MotoGP,” terang Fauzi.

Adapun pertumbuhan penumpang pesawat udara pada triwulan I-2022 mengalami perbaikan terbatas dibandingkan triwulan sebelumnya yang didukung oleh perhelatan MotoGP. Meskipun di bulan Februari lalu, pertumbuhan penumpang sempat tertahan karena kasus Covid-19 yang kembali meningkat karena penyebaran varian Omicron, namun kini situasi sudah relatif membaik. (DAA)

Exit mobile version