Hukrim

Kejati NTB Tetapkan Selusin Tersangka Kasus Korupsi

Mataram (NTB Satu) – Kejati NTB kian menunjukkan taring pada penegakan kasus korupsi. Tak tanggung tanggung, 12 orang atau setara selusin ditetapkan sebagai tersangka sekaligus.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Tomo, SH usai memimpin gelar perkara Rabu (22/9), memutuskan menetapkan 12 tersangka dari 3 perkara korupsi yang sebelumnya telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Penandatanganan Surat Perintah Penetapan Tersangka tersebut dilakukan Rabu (22/9) hari ini, setelah tim Penyidik Pidsus Kejati NTB melakukan ekspose perkara di hadapan unsur pimpinan Kejaksaan Tinggi NTB pada hari Selasa (21/9) lalu.

Juru bicara Kejati NTB, Dedi Irawan, SH., MH menjelaskan, tiga perkara tersebut adalah dugaan tindak pidana korupsi pada rehabilitasi Gedung Asrama Haji Tahun Anggaran 2019.
Dua kasus lainnya, penambahan ruang operasi dan ICU RSUD Lombok Utara tahun 2019.
Kasus ketiga di objek yang sama, dugaan penyimpanan penambahan ruang IGD dan ICU. RSUD Lombok Utara.

Para tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi Rehabilitasi Gedung Asrama Haji Embarkasi Lombok Tahun Anggaran 2019 terdiri :

  1. AAF selaku Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok Tahun 2019
  2. DEK sekaku Direktur CV. Kerta Agung.
  3. WSB, woraswasta.

Kemudian, tersangka pada Perkara Dugaan Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang Operasi dan ICU RSUD Lombok Utara ;

  1. SH, selaku Direktur RSUD KLU
  2. EB, selaku PPK pada Dikes KLU
  3. 3.DT, selaku Kuasa Direktur PT. Apromegatama. (Penyedia)
  4. DD, selaku Direktur CV. Cipta Pandu Utama ( Konsultan Pengawas).

Selanjutnya, tersangka pada perkara dugaan Korupsi Pembangunan Penambahan Ruang IGD dan ICU RSUD KLU dengan inisial :

  1. SH, selaku Direktur RSUD KLU
  2. HZ, selaku PPK pada RSUD KLU.
  3. MR, selaku Kuasa PT. Bataraguru (Penyedia).
  4. LFH, selaku Direktur CV. Indomulya Consultant (Konsultan Pengawas).
  5. DKF, selaku Staf Ahli CV. Indo Mulya Consultant.

Dijelaskan juru bicara Kejati NTB, Dedi Irawan menegaskan, dengan telah ditetapkannya tersangka pada ketiga perkara korupsi tersebut, maka tahapan selanjutnya team Penyidik Pidsus Kejati NTB akan melakukan pemeriksaan Tersangka tersebut mulai pekan depan beserta tindakan penyidikan lainnya. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button